Di Ajak Orang Baru Kenal Untuk Bekerja Di Sebuah PT Di Pekanbaru, Tapi Ternyata......?

Ilustrasi Bisnis
Bisnis Multi Level Marketing Atau Bukan-Pertama, saya mohon maaf bila ada kata-kata saya yang menyinggung suatu perusahaan atau seseorang. Ini adalah kisah nyata penulis. Kejadian ini terjadi pada tahun 2016 kemarin, untuk tanggal dan bulannya, maaf saya lupa. Tapi, benar. Ini kejadian nyata yang saya alami. Cerita nya begini.

Suatu siang, seperti biasa saya buka-buka FB melalui smartphone saya. Eh, tau-taunya ada satu buah inbox dari seorang cewek, (Ehh jones banget ya, cuman satu orang yang ngechat?). Oke, saya baca dengan cepat chat itu, soalnya nam FB nya nama cewek. Ternyata isi pesannya pemberitahuan Lowongan Pekerjaan (Loker) Pekanbaru dengan alamat dan gaji yang di tulis lengkap. Kemudian, mulai saya chat-chat dia, mau kenalan juga :V . Anggap aja namanya Juleha :D . Katanya, si Juleha ini tinggal di Benai, Kuansing. Karena dia orang Kuansing juga, saya langsung saja percaya sama dia. Dan saya tanya pekerjaannya seperti apa. Katanya, pekerjaannya di PT jam tangan bagian Adm. Pendataan dan Pengawasan Barang Masuk/Keluar. Dengan gaji Rp. 3 juta/bulan. Training 3 bulan.

Tanpa pikir panjang, saya langsung berangkat ke Pekanbaru sesuai janji dengan Juleha. Dengan membawa uang hanya 5 ratus ribu, saya langsung berangkat ke Pekanbaru. Sesampainya di Pekanbaru. Saya menginap di tempat mak onga saya di Pekanbaru. Saya masih sempat chat sama Juleha tadi. Katanya, saya sudah jadi karyawan di PT tersebut, jadi sudah disiapkan tempat penginapan dari PT tersebut. Oke, besok paginya dengan diantar oleh abang saya, saya pergi ke tempat yang dijanjikan Juleha. Setelah bertemu, saya di suruh ngekos. Haaah, ngekos? Tadi katanya tempat penginapan sudah disiapkan oleh PT.

Saya mulai curiga. Setelah saya ngekos, besok paginya saya di ajak Juleha untuk mengantar lamaran di PT tersebut. Saya berangkat bersama-sama dengan 'karyawan' yang lain. Tetapi, saya di antar bukan ke PT melainkan ke sebuah gedung aula yang saya tidak tahu aula apa. Sesampainya di aula, banyak orang sudah berkumpul dengan di suguhkan oleh sebuah presentasi di layar lebar. Naaaah. Di sini lah bagian menariknya dan tak akan saya lupakan sampai mati (kayak first love aja). Apa yang dipresentasikan di depan sana adalah video orang-orang yang sukses setelah menjalani bisnis Q***. Loh, apa-apaan ini? Saya dijanjikan di sebuah PT, tapi kok malah Q***?

Saya perhatikan dengan seksama setiap presentasi itu. Di sana dijelaskan bagaimana pebisnis Q*** itu yang awalnya hanya pengangguran tapi 'katanya' berkat Q*** bisa sukses dan membeli rumah mewah serta kendaraan. This good. Dan cara kerjanya pun gampang-gampang susah juga. Kita bergabung dengan membeli produk nya yang seharga minimal Rp. 7 jutaan plus kita jadi member di Q***. Setelah itu, kita yang ngajak orang lain buat 'sukses' bersama kita. Apabila dapat enam orang, berarti tiga di kiri dan tiga di kanan, kita dapat komisi dengan dollar Amerika. Woooow.

Setelah berakhirnya acara presentasi, kami makan bersama dengan terus di ajak oleh senior untuk bergabung. Namun, saya lagi bad mood karena merasa di tipu oleh si Juleha tadi. Besoknya saya putuskan untuk pulang. Saya nggak tertarik dengan semua presentasi dari senior-senior Q*** tersebut. Orang lain banyak sih yang gabung dang pengen 'sukses'. Tapi saya nya nggak gabung dan pulang ke kampung halaman dengan perasaan kecewa. Tapi saya terus bertanya, bisnis seperti Q*** itu Multi Level Marketing (MLM) apa bukan sih? Soalnya waktu di presentasi, para senior selalu bilang kalau Q*** bukan MLM. Balas di komentar ya buat yang tahu... Saya tunggu. (KabarKuansing)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top