Ketahanan pangan desa adalah kemampuan suatu desa atau komunitas desa untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduknya secara mandiri dan berkelanjutan, dengan memperhatikan ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, serta nilai gizi dari pangan yang dihasilkan. Hal ini mencakup produksi, distribusi, dan konsumsi pangan yang berkelanjutan, serta upaya-upaya untuk membangun kemandirian dan kedaulatan pangan di tingkat lokal.


Ketahanan Pangan juga diatur dalam peraturan Menteri Desa PDTT nomor 8 tahun 2022 tentang Prioritas penggunaan Dana Desa tahun anggaran 2023 dan juga melalui Peraturan Presiden nomor 104 tahun 2021 tentang Rincian APBN TA 2022 disebutkan bahwa Dana Desa ditentukan penggunaannya untuk program ketahanan pangan dan hewani paling sedikit 20% (dua puluh persen). 

Tujuan Ketahanan Pangan di Desa
Meningkatkan ketersediaan pangan baik dari hasil produksi masyarakat Desa maupun dari lumbung pangan Desa,
Meningkatkan keterjangkauan pangan bagi warga masyarakat Desa, dan
Meningkatkan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, aman, higienis, bermutu, tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, serta berbasis pada potensi sumber daya lokal.

Namun Sepertinya Salah Satu Desa Dicerenti ini tidak memahami maksud dan tujuan pada program nasional ketahan pangan yang bersumber dari Dana Desa. Bahkan dinilai bakal menjadi masalah, ditengarai menyalahi aturan Permendes RI terkait penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2022 pada program Ketahanan Pangan desa yang membeli bibit sawit

Kebijakan ini mendapat sorotan dari berbagai elemen masyarakat Desa Kompe Barangin, seraya meminta Aparat Penegak Hukum (APH) mengambil tindakan guna menelusuri pengadaan bibit sawit tersebut.

informasi yang Kabarkuansing.com himpun Desa Kompe Barangin, Kecamatan Cerenti ini mengadakan pembelian bibit sawit pada Program Ketahanan Pangan Desa yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2023.

Hal tersebut dibenarkan oleh salah seorang warga setempat TN bahwa Pemdes Kompe Barangin telah menyalurkan sebanyak 1500 bibit sawit warga desa sebanyak 50 KK

"Benar bang, ada 50 KK yang mendapatkan bibit sawit tersebut, katanya program ketahanan pangan, masing-masing mendapatkan 30 bibit per KK" Ujarnya

Program ketahanan pangan didesa Kompe Berangin kecamatan Cerenti di duga sarat KKN. Hal ini terlihat dari pengajuan pengadaan bibit kelapa sawit yang tidak melibatkan masyarakat dalam musdes, dan penerima bantuan bibit sawit tersebut cenderung tidak sesuai, banyak penerima dari masyarakat mampu. Bahkan lebih parahnya nya lagi ada perangkat desa yang menerima

"Banyak masyarakat yang tidak tahu, bahkan penerima nya pun cenderung tidak sesuai, ada juga perangkat yang menerima" tambahnya

Sementara Ketua Gakorpan Provinsi Riau Rahmat Panggabean sangat menyangkan terkait kebijakan yang di ambil oleh Kades Kompe Barangin

"Sangat kita sayangkan Program Ketahanan Pangan tersebut tidak tepat sasaran, masalahnya, jika yang dibeli bibit sawit jelas itu menyalahi aturan dari Permendes RI terkait program ketahanan pangan, sebab yang boleh dibeli adalah bibit jenis tanaman hortikultura, serta program fisik desa yang menunjang ketahanan pangan, jelasnya. Saya yakin Kades ini telah salah mengambil kebijakan soal program ketahanan pangan, untuk itu demi transparansi terhadap penggunaan dana desa diminta pihak APH segera menyelidiki persoalan ini, karena jelas-jelas menyimpang, sebut Rahmat Panggabean

Lanjutnya, ia menegaskan bahwa "esensi anggaran ketahanan pangan harus diorientasikan agar seluruh rumah tangga dapat menjangkau kebutuhan pangannya dalam jumlah dan kualitas yang cukup sepanjang waktu. Oleh karena, sektor pertanian sangatlah penting untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional yang kokoh, Terdapat sembilan komoditas pangan yang menjadi sasaran tugas Badan Pangan Nasional, yaitu beras, jagung, kedelai, gula konsumsi, bawang, telur unggas, daging ruminansia, daging unggas serta cabai" Tegasnya

Kepala Desa Kompe Barangin saat dikonfirmasi Belum menjawab Konfirmasi Wartawan, meskipun sudah conteng dua biru namun ia tidak memberikan komentar apapun

Hingga berita ini diterbitkan Kepala Dinas Sosial & PMD Kabupaten Kuantan Singingi masih dalam usaha konfirmasi awak media.(AF)
Lebih baru Lebih lama